Bandar Lampung - Menyusul hujan deras yang mengakibatkan genangan dan banjir di sejumlah wilayah, Wali Kota Bandar Lampung Hj. Eva Dwiana turun langsung meninjau titik-titik terdampak di beberapa kecamatan, Sabtu (10/1/2026).
Peninjauan lapangan tersebut merupakan bentuk respons cepat Pemerintah Kota Bandar Lampung untuk memastikan kondisi warga, memetakan kerusakan infrastruktur, serta menyiapkan langkah penanganan banjir baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
Di setiap lokasi, Wali Kota yang akrab disapa Bunda Eva meninjau kondisi drainase, aliran sungai, talud, hingga permukiman warga. Selain itu, ia juga berdialog langsung dengan masyarakat guna menyerap keluhan, kebutuhan mendesak, serta masukan terkait penanganan banjir.
Sehari sebelumnya, Jumat (9/1/2026), Bunda Eva telah lebih dulu meninjau sejumlah titik rawan banjir di tiga kelurahan di Kecamatan Sukabumi, yakni Kelurahan Campang, Sukabumi Indah, dan Sukabumi. Dalam peninjauan tersebut, Wali Kota bersama Satuan Tugas (Satgas) Banjir dari berbagai perangkat daerah langsung bergerak melakukan pembersihan sungai. Sejumlah alat berat diturunkan untuk menormalisasi aliran sungai yang tersumbat sampah dan ranting pohon.
Peninjauan kembali dilanjutkan pada Sabtu (10/1/2026) di Kecamatan Kedamaian dengan mengunjungi Perumahan Bukit Kencana dan Jalan Pangeran Antasari. Selanjutnya, rombongan menuju Gang Persada/Gang Ainan di Kelurahan Kalibalau Kencana, Jembatan Gang Tariak di Jalan Hi. Syarif, serta beberapa titik rawan banjir lainnya.
Bunda Eva juga melakukan pengecekan kondisi sungai di Kecamatan Sukabumi, tepatnya di Jalan Pulau Singkep RT 11 Lingkungan II, Kelurahan Sukabumi, kemudian dilanjutkan ke Gang Tangkil, Kecamatan Labuhan Ratu.
Selain itu, pemantauan dilakukan di Jalan Doktor Sutomo, Kecamatan Kedaton. Di lokasi tersebut, tim Satgas Banjir bergerak cepat membersihkan sungai, saluran air, dan badan jalan yang dipenuhi lumpur hingga malam hari.
“Pembersihan kali dan siring yang dangkal serta pemasangan box culvert akan dilanjutkan besok pagi,” ujar Bunda Eva saat meninjau lokasi pada malam hari.
Dari hasil pantauan di lapangan, Wali Kota menemukan masih banyak rumah warga yang memakan badan sungai, bahkan ada bangunan yang berdiri di atas aliran kali dan gorong-gorong.
“Kami akan berdialog dengan warga terkait kondisi ini, sekaligus memanggil beberapa pengembang perumahan untuk bekerja sama mencari solusi terbaik agar banjir tidak terus berulang,” tegas Bunda Eva.
Ia menambahkan, penanganan banjir tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah semata, melainkan membutuhkan kerja sama dan kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan, khususnya tidak membuang sampah ke sungai dan saluran air.
Pemerintah Kota Bandar Lampung juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi hujan dengan intensitas tinggi, serta segera melaporkan kepada aparat kelurahan, kecamatan, atau petugas terkait apabila terjadi genangan atau banjir.
“Dengan kerja bersama antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan penanganan banjir dapat berjalan lebih cepat dan risiko bencana serupa di masa mendatang dapat ditekan,” pungkasnya.
