Warga Keluhkan Limbah Dapur MBG, Pengelola Sebut Salahnya Drainase

Kamis 16 2026, April 16, 2026 WAT
Last Updated 2026-04-16T01:33:28Z


Tanggamus – B
ukan soal kualitas menu makanan seperti yang sering dikeluhkan para Ibu-Ibu, namun kali ini tentang buruknya sistem tata kelola limbah dapur dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). 


Seperti yang terjadi di Pekon/Desa Sudimoro Bangun, Kecamatan  Semaka, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung yang kini menuai protes keras dari warga sekitar.


Gimana tidak, cairan limbah dari dapur MBG Jl Sudimoro Bangun, Kecamatan Semaka tersebut mengalir langsung ke-saluran air hujan (Drainase) pemukiman warga yang menimbulkan bau busuk yang menyengat. 


Pasalnya, dampak cairan limbah yang bersumber dapur MBG tersebut kini mulai dirasakan warga dan dikawatirkan merusak ekosistem lingkungan. Padahal, sesuai aturan baku, seluruh pemilik dapur diwajibkan memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang memadai agar sisa produksinya tidak mencemari lingkungan.


Berdasarkan hasil penelusuran Taem Jurnalis yang tergabung dalam Organisasi Profesi Komite Wartawan Indonesia (KWI) Kabupaten Tanggamus, terdapat  beberapa titik sumber aliran air limbah dapur MBG yang mengalir ke Drainase pemukiman warga Desa/Pekon Sudimoro Bangun, Kecamatan Semaka yang beroperasi menyebabkan pencemaran lingkungan. 


Saat diwawancarai, Sarkon warga setempat mengatakan, air limpah dari dapur SPPG mengalir ke-saluran Drainase yang menyebabkan bau busuk yang menyengat.


“Semenjak beroperasi nya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) itu kami merasa sangat terganggu dengan adanya air limbah yang mengalir ke-saluran air hujan kami dan kami sudah berapa kali menegur pihak pengelola SPPG bahkan kami warga disini sudah tiga (3) kali mengadakan musyawarah dengan mengundang pihak SPPG tetapi tidak datang.


Kami berharap kepada yang membidangi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau Satgas MBG untuk turun agar mengetahui yang di alami warga dampak dari limbah dapur MBG Jl Sudimoro Bangun, Kecamatan Semaka, Kabupaten Tanggamus ini ,” ujar Sarkon saat wawancarai pada, Rabu (15/4/2026).


Semtara Sismanto Ketua Rukun Tetangga (RT) Dusun Limau (5) Pekon/Desa Sudimoro Bangun menyampaikan, cairan limbah dapur MBG mengalir ke Drainase warga" semalam warga membendung Drainase menggunakan karung berisi pasir agar air limbah dapur MBG tidak mengalir 


namun baru semalam di bendung air limbah dapur MBG bisa kita lihat tergenang dan hampir masuk kecelah baja ringan pagar pembatas dapur tersebut,"warga masih menahan diri karena ingin mendukung program pemerintah


“sebenarnya kami mendukung program ini, namun kalau air limbah dapur MBG mengalir ke Drainase yang menimbulkan bau busuk dan  sangat mengganggu, tentu warga keberatan.ungkap RT.


Terpisah pihak pengelola dapur MBG Sudimoro Bangun, dr, Agung Kurniawan akui adanya limbah dapur MBG mengalir ke-drainase milik desa dan pihaknya mengatakan bahwa air limbah dapur MBG yang tergenang sepenuhnya bukan kesalahan  Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) 


"tergenangnya air limbah ke-saluran air hujan tersebut adalah ada kesalahan dalam pembangunan drainase sehingga air limbah tidak mengalir'"pihak pemerintah Pekon tidak memperhatikan tingkat kemiringan saat pembangunan drainase. 


"Ia bang itu air limbah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sudimoro Bangun yang mengalir di drainase warga tapi semua tidak salah kami ,hal itu disebabkan karena Pemerintah Pekon dalam pembangunan drainase tidak memperhatikan kemiringan,"jadi menggenang dan baru.jelasnya. (Rudi)

Trending, Hukum Kriminal, Ragam, Berita Pilihan,More